Pelaku Kekerasan Anak di Lubuklinggau Belum Ditangkap, Ayah Korban Minta Polisi Bertindak Cepat




LUBUKLINGGAU — Kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang melibatkan pelajar SMA Negeri 1 Kota Lubuklinggau berusia 15 tahun menjadi perhatian publik. Korban berinisial ST dilaporkan mengalami penganiayaan oleh seorang pria bernama Zurwanto, warga Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.


Peristiwa tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian dengan Nomor: STTLP/B/304/IX/2025/SPKT/POLRES LUBUKLINGGAU/POLDA SUMATERA SELATAN, pada 10 September 2025 pukul 22.01 WIB. Dugaan tindak kekerasan ini termasuk pelanggaran UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 jo UU Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 80.


Berdasarkan laporan, kejadian terjadi di Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, pada Rabu malam, 10 September 2025 sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu korban sedang melintas di depan rumah pelaku. Tiba-tiba pelaku menegur dan memerintahkan korban untuk menuruti perintahnya. Setelah korban menjawab singkat “iya”, pelaku langsung memukul kepala korban dengan gelas kaca, menyebabkan luka di bagian kepala.


Aksi itu disaksikan nenek korban. Tak lama setelahnya, pelaku kembali datang sambil membawa parang dan mengancam akan melukai korban. Keluarga korban yang ketakutan langsung melapor ke Polres Lubuklinggau.


Sayangnya, hingga kini pelaku dilaporkan belum juga diamankan, meski laporan sudah lebih dari tiga minggu dibuat.


Ayah korban, Yudi, menyampaikan rasa kecewanya atas lambannya proses hukum tersebut. Ia mengatakan anaknya masih trauma berat dan kini telah dipindahkan ke tempat aman untuk melindungi keselamatannya.


“Anak saya masih trauma dan takut keluar rumah. Kami minta polisi segera tangkap pelaku agar tidak terjadi hal yang lebih buruk,” tegas Yudi, Sabtu (1/11/2025).


Menurutnya, keluarga masih merasa tidak aman karena pelaku masih berkeliaran di lingkungan sekitar. Ia mendesak pihak kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas agar korban dan keluarganya bisa kembali tenang.


“Kami takut pelaku datang lagi. Tolong segera ditangkap sebelum ada korban lain,” tambahnya dengan nada kecewa.


Kasus ini menuai keprihatinan masyarakat Lubuklinggau yang berharap aparat penegak hukum dapat segera bertindak cepat dalam menangani kekerasan terhadap anak. ***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama